Kesehatan

ACT : Ekonomi Mati,Air Minum Dan Pangan Minim Di Palu

Senin, 01 Oktober 2018 - 10:32:09 WIB | dibaca: 24 pembaca

PALU-Lebih dari dua hari dua malam pascagempa dan tsunami, reporter ACTNews yang berada di Kota Palu melaporkan kekacauan yang sebenar-benarnya sedang terjadi di antara ribuan jiwa pengungsi. Kekacauan terjadi ketika kebutuhan dasar seperti air minum, pangan, dan bahan bakar minyak (BBM) sangat sulit sekali didapat.

“Logistik lumpuh sepenuhnya. Sementara bantuan logistik belum merata. Bensin tidak ada, bahkan sekadar air minum kami tak menemukan sejak pagi. Kami Tim ACT yang bertugas di Palu baru sempat minum sedikit sekali sejak pagi hari. Kondisi pengungsi jauh lebih berduka lagi. Masih sangat banyak warga yang tidak menemukan makanan sejak dua hari lalu,” ujar Nimas Afridha, Reporter ACTNews mengabarkan dari tengah Kota Palu, Ahad malam (30/9).

Sementara itu, di waktu bersamaan angka korban meninggal akibat tertimbun runtuhan dan terhempas gempa terus bertambah. Sampai Ahad (30/9) siang, jumlah korban meninggal dunia telah diperbarui kembali menjadi 832 jiwa.

Tim Emergency Response ACT di Kota Palu melaporkan, penyintas gempa dan tsunami Palu terpaksa melakukan tindakan darurat terhadap minimarket. Karena tak tahu lagi ke mana harus mencari bahan pangan dan air minum.

“Ada banyak sekali hambatan. Stok logistik masih sangat kurang. Listrik belum hidup, bahan bakar tidak ada dan relawan lokal yang terdampak gempa dan tsunami pun masih tersebar mengurus keluarga mereka terlebih dahulu. Distribusi bantuan akhirnya masih terhambat dan tidak merata,” tutur Nur Ali Akbar, anggota lain dari Tim Emergency Response ACT di Kota Palu .

Sekali lagi, mohon doa dan dukungan dari Sahabat semua. Semoga setiap langkah kebaikan kita mampu dimudahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.(ACT)

#IndonesiaBersamaPaluDonggala










Komentar Via Website : 2
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)