Kecamatan

Salah Satu RT Di Desa Tanah Merah Ini Bantah Ada Musyawarah Tentukan Harga Jual Raskin

Sabtu, 13 Januari 2018 - 08:31:44 WIB | dibaca: 82 pembaca

RANGSANGPESISIR- Terkait pengakuan Rusli Kepala Desa Tanah Merah Kecamatan Rangsang Persisir Kabupaten Kepulauan Meranti didampingi Ketua BPD bahwa penetapan beras raskin sebesar Rp 2600 perkilo berdasarkan atas kesepakatan atau musyawarah bersama masyarakat.

Namun hal itu mendapatkan bantahan oleh sejumlah masyarakat dan sejumlah perangkat Desa. Karena penetapan harga beras tersebut tidak pernah melakukan musyawarah, bahkan dinilai hanya akal akalan belaka oleh Kepala desa.

Seperti disampaikan sejumlah masyarakat setempat serta RT bahwasanya terkait penetapan beras raskin tidak pernah melakukan musyawarah.

"Sepengetahuan kita harga beras raskin sebesar 2600 tidak pernah ada musyawarah, yang kita tahu beras raskin sudah datang untuk satu KK mendapatkan beras sebanyak  15 kg dengan harga Rp 30.9000 rupiah.

Apalagi menyakut adanya bantuan transpotasi biaya dari bulog kekecamatan sebesar 150 rupiah perkilo dan juga bantuan dari Pemkap Meranti sebesar 250 rupiah.

"Kami mengambil beras ini tidak mengunakan hasil dari musyawarah. dan juga saya sebagai RT disini tidak tahu,dan hanya tahu bahwasannya beras ini sudah sampai dirumah Dusun.untuk itu seandainya pengelola menjual  harga 5000 ribu pastilah kami tetap membeli, karna kita tidak tahu berapa harga sebenarnya,"Ucapnya RT itu.

Dijumpai Kepala Desa Tanah Merah Rusli dikediaman rumah menyampaikan

"Mengapa dengan harga beras saya jual dengan harga 2600 kg menjadi suatu masalah kitakan sudah ada musyawarah kepada masyarakat, beras ini kita jual dengan harga yang sama, sewaktu sejaman Kepala Desa Mahadi Bejabat diDesa tanah Merah lagi,dan juga mengapa diDesa lain tidak dijadikan suatu masalah sedangkan diDesa lain menjual harga tinggi juga," Tandas Kepala Desa.

Harga yang dijual dengan 2600 kg nya dengan alasan untuk mengunakan pembayaran transpotasi untuk pengambilan beras tersebut dari sialang pasung menuju keDesa Tanah Merah.

"Saya rasa diDesa SungaiCina itu untuk transpotasinya mungkin lebih dekat dibandingkan diDesa saya ini,mengapa tidak dimasalahkan mengapa diDesa ini menjadi sorotan dan diDesa lain juga ada yang menjual dengan harga 2600 tapi kita tidak mungkin menunjukkan,"Ucapnya.

Sementara itu anggaran yang dikucurkan melalui Pemerintah dan juga Bulog Kepala Desa tidak mengetahui,Kepala Desa hanya mengambil beras tersebut sampai dipihak Kecamatan dengan harga setoran Rp 1600 kg,untuk transpotasi di telah ditangung oleh Kepala desa.(Ijal)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)